APAKAH INDONESIA MENGANUT POLITIK NGUTANG AKTIF ?
Oleh : Abd. Latif
“ Ngutang Aktif “ itulah yang terwujud dari politik luar negeri indonesia saat ini. Hampir tidak ada istilah yang pas itu menggambarkan politik luar negeri Indonesia selain ngutang aktif. Kalau awal kemerdekaan dulu pernah mencanangkan politik “Bebas Aktif” ternyata kini mungkin sudah basi.
Indonesia kini semakin aktif ngutang diberbagai bank dunia. Untang Indonesia kini mencapai Rp. 5.000.000.000.000.000 (lima ribu triliun rupiah). Dengan tekanan hutang yang tinggi ini indonesia tidak lagi “bebas aktif”’sebagaimana politik luar negerinya. Bahkan kini Indonesia lebih condong ke blok timur atau Komunisme yang dipimpin oleh China. Dan akhirnya kekuatan China semakin mencekram negeri nyiur melambai ini.
Tidak hanya aktif ngutang, Indonesia kini juga tidak lagi bebas menentukan posisi disaat ada konflik diberbagai negara. Bahkan kesan yang ada justru Indonesia seakan pelindung orang-orang kafir dan aktif dalam barisan negeri-negeri kafir penjajah. Posisi ini bisa dilihat dengan sikap diamnya pemerintah terhadap kedzoliman yang menimpa umat islam diberbagai negeri belakangan ini.
Contoh yang jelas dan nyata adalah kasus pembantaian umat islam di India. Bahkan dengan adanya kasus pembantaian umat islam ini, hubungan Indonesia-India semakin mesra dibidang ekonomi dan Pendidikan. Tidak ada kecaman atau ungkapan rasa kemanusian dalam pembantaian umat islam ini. Bahkan dari beberapa organisasi islam dan Lembaga negara pun berani menyampaikan pembelaannya terhadap aksi kejam umat hindu india. Hal ini diperjelas dengan ungkapan “ kami akan melindungi umat hindu disini” seakan umat hindu yang terdzolimi.
Begitu juga peristiwa pembantaian muslim Iughur Cina. Mereka bahkan secara terang-terangan menutupi serta melindungi. Ungkapan tidak ada pembantaian di Iughur banyak keluar dari mulut para pendukung rezim baik dari ormasnya maupun parpolnya. Mereka pun mengutus beberapa petinggi parpol dan ormas datang langsung ke China secara resmi untuk menguatkan argumentasinya. Bahkan ketika virus corona melanda China pun tetap menguatkan kerjasama dengan tetap membuka pintu untuk warga China ke Indonesia.
Hal yang sama juga diperlihatkan saat pembantaian besar-besaran muslim Syuriah. Mereka pun menuduh umat islam sebagai pemberontak negara. Kaum teroris, radikalis, ekstrimis, fundamentalis, dan lain sebagainya. Sikap kompaknya penguasa dengan para penjajah semakin menguatkan fakta. semua negara dunia kompak menuduh umat islam adalah sumber kejahatan. Sikap yang sama juga diperlihatkan kepada pemerintah saat terjadi pemabantaian muslim Gaza Palestina. Begitu juga di Birma, dan belahan bumi lainnya. Mereka senantiasa memojokan islam dan umatnya.
Dari banyak fakta yang terjadi, semakin nyata bahwa politik bebas aktif tidak lagi menjadi kebijakan luar negeri. Yang ada hanya keberpihakan dan ketundukan kepada negara-negara maju para penjajah. “NGUTANG AKTIF” mungkin itu ungkapan yang tepat pada politik luar negeri Indonesia saat ini. karena Indonesia saat ini sangat aktif menambah utang-utang negara.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar