Oleh : Achmad Syaiful Bachri*)
Pasca Presiden Jokowi mengumumkan bahwa ada 2 orang di Depok yang positif terjangkiti Virus Corona. Rakyat langsung panik. Pertama kali yang diburu oleh masyarakat adalah masker.
Sayangnya, banyak penjual masker yang memanfaatkan kepanikan masyarakat ini. Mereka menaikkan harga masker berkali kali lipat. Walhasil, ada sebagian masyarakat yang tak mampu membelinya. Ada yang mengabarkan stok masker semakin langka dan habis diborong, karena saking paniknya.
Meskipun dibantah presiden Jokowi bahwa stok aman. seperti yang dilansir dari detik.com (03/03/2020), Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku mendapat informasi stok masker masih cukup banyak, jumlahnya masih ada sekitar 50 juta masker di dalam negeri. Meskipun dia mengakui ada kelangkaan untuk jenis tertentu.
Di saat seperti ini rakyat betul-betul membutuhkan kepedulian pemerintah. Rakyat membutuhkan aksi nyata pemerintah sebagai wujud bahwa pemerintah juga hadir di saat situasi kritis seperti ini.
Maksudnya, rakyat tak hanya ingin mendengar statement pemerintah yang sekedar mengabarkan stok aman. Rakyat menginginkan agar pemerintah menyuntikkan dana untuk mensubsidi pengadaan masker, sehingga bisa mendapatkan masker yang murah dan bisa secara cuma-cuma. Dengan demikian keamanan stok pun betul betul terjamin.
Dalam Islam, kesehatan adalah kebutuhan pokok masyarakat. Dan sebagai bagian dari hak masyarakat yang harus dipenuhi. Apalagi pengadaan masker ini kalau dirasa penting dalam kondisi saat ini, maka ini menjadi bagian tanggung jawab pemerintah untuk mengadakannya dan memudahkan perolehannya, dan tidak memberatkan masyarakat.
Rasulullah saw bersabda, “Imam/Khalifah adalah pemelihara urusan rakyat, ia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap urusan rakyatnya.” (HR Bukhari Muslim).
Namun, negeri ini tidak diatur dengan Islam. Akan tetapi diatur dengan kapitalisme. Lebih berpihak kepada kaum kapitalis yang barangkali juga suka bermain main harga di tengah situasi panik seperti ini, disamping lihai melucuti harta rakyat.
Lihat saja Menteri Keuangan Sri Mulyani begitu gesitnya menyuntikkan dana APBN untuk lembaga keuangan ribawi yang bangkrut karena ulah koruptor. Serta untuk bayar utang-utang yang berbunga, meski sebagian besar rakyat tak turut serta menikmatinya.
Kini rakyat butuh suntikan dana untuk masker. Namun, apadaya, karena Sri Mulyani tak sepeka dan selincah ketika menalangi Century dan Jiwasraya.
Sudah saatnya rakyat sadar dan menatap masa depan dengan diliputi hukum syari'ah dalam naungan institusi Khilafah, agar semua urusan masyarakat bisa tertunaikan dengan tuntas dan mudah.
HIDUP ISLAM! HIDUP KHILAFAH! ALLAHU AKBAR!
*)Anggota Silaturahmi Pekerja-Buruh Rindu Surga (SP-BRS)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar