Sabtu, 28 Maret 2020
“ORANG MISKIN MENULARKAN PENYAKIT” LOGIKA SESAT SANG PEJABAT
Oleh : Abd. Latif
Rakyat kian marah, berang, dan kesal melihat dan mendengar para pejabat yang semakin tidak karuan, terlebih berkaitan dengan fitnah orang miskin menularkan virus. Kata Achmad Yurianto, Jubir Corona pada siaran langsung di BNPB, jum’at, 27 maret 2020. Beliau menyampaikan bahwa “ yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakit ”. sebuah ucapan yang menginjak-injak harga diri rakyat Indonesia.
Sangat disayangkan, di situasi yang sulit menghadapi covid-19 ini justru ada pematik kemarahan umat dari kalangan pejabat negara. Seharusnya semua pihak saling menjaga lisan, menjaga diri, lebih-lebih pejabat publik. Dimana sampai hari ini pemerintah belum mengambil aksi nyata melawan penyebaran virus corona. Belum ada tindakan nyata untuk menyelamatkan nyawa rakyatnya. Belum ada upaya serius untuk menyelamatkan bangsanya.
Alih-alih memberikan pertolongan dan kebijakan yang menentramkan, justru Achmad Yurianto hari ini telah menuduh orang miskin sebagai penyebar penyakit mematikan. Sejak kapan orang-orang miskin menjadi penyebab menularnya covid-19? Dari mana teori yang dikembangkan oleh Achmad Yurianto ini? ataukah memang ia dipasang dengan maksud membuat kegaduhan agar tuan-tuannya aman?
Wahai sang jubir corona, cobalah anda berfikir sedikit waras. Virus corona itu berasal dari Wuhan cina yang kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Penyebaran yang paling cepat adalah melalui bandara, melalui penerbangan antar negara. Dan di Indonesia yang keluar-masuk negeri ini terbanyak adalah cina melalui tenaga kerja asing atau turis. Artinya penyebar utama virus ini adalah para TKA atau turis dari cina yang di undang negara. Jadi para pejabat dan pemerintah itulah yang membawa virus ini kedalam negeri.
Wahai sang jubir corona, kami tidak tahu kau lulusan apa dan sekolah dimana. Tapi yang jelas logika nalarmu sesat dan bejat. Bukankah yang keluar masuk bandara itu adalah orang-orang kaya? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah para pejabat negara? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah para pengusaha? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah orang-orang cina dan antek-anteknya? Atau jangan-jangan virus ini adalah konspirasi bisnis para pejabat yang telah menjadi antek cina?
Lihatlah yang telah terpapar corona! Anggota DPR RI, Imam Suroso dinyatakan positif corona dan meninggal dunia. Wakil ketua DPD PDIP, Gatot Tjahyono dinyatakan positif dan meninggal dunia. 2 pejabat kementrian industry telah meninggal akibat corona. Para tenaga medis dan para dokter yang menangani corona juga banyak yang meninggal dunia. Bukankah rata-rata mereka adalah orang-orang kaya? Justru merekalah yang menularkan penyakit jahat ini ke desa-desa.
Sungguh logika bejat para pejabat ini sebenarnya adalah upaya untuk menutupi kegagalan-kegagalan dalam menjalankan tugas-tugasnya. Ibarat maling teriak maling untuk menyelamatkan dirinya dengan mengalihkan perhatian publik. Untuk para pejabat, bersikaplah santun dan layani rakyat pasti diri dan keluargamu akan dihormati dan dimulyakan. Janganlah memancing kemarah umat di saat semua dalam bayang-bayang ketakutan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

ketidak mampuan Pemerintah, ancaman bagi keselamtan Rakyat Indonesia
BalasHapus