Sabtu, 28 Maret 2020
RAKYAT INI TELAH DIMISKINKAN NEGARA
Oleh : Abd. Latif
Kembali rezim merendahkan dan menghinakan rakyatnya sendiri yang miskin. Melalaui mulut jubir corona, Achmad Yurianto pada siaran langsung di BNPB jum’at (27/3) menyatakankan dalam pidatonya bahwa “yang kaya melindungi yang miskin agar bisa hidup dengan wajar dan yang miskin melindungi yang kaya agar tidak menularkan penyakitnya” seolah rakyat miskinlah sumber virus corona. Betulkah rakyat miskin yang menjadi sumber penyakit COVID-19 ? lalu siapa yang bertanggung jawab atas kemiskinan ini ?
Seandainya semua bisa berfikir sedikit waras, tentu akan dipahami bahwa sebenarnya justru penguasa dan aparatlah yang membawa covid-19 ini ke indonesia. Virus corona itu berasal dari kota Wuhan di negeri Cina yang kemudian menyebar ke seluruh belahan dunia termasuk Indonesia. Penyebaran yang paling cepat adalah melalui bandara, melalui penerbangan antar negara. Dan di Indonesia yang keluar-masuk negeri ini terbanyak adalah cina melalui tenaga kerja asing (TKA) dan turis. Artinya penyebar utama virus ini adalah para TKA atau turis dari cina yang di undang negara. Bukankah hingga hari ini penerbangan dari dan ke Cina tetap berjalan? Siapa yang mempunyai wewenang untuk menutup dan membuka pendatang dari Cina? Jadi para pejabat dan pemerintah itulah yang membawa virus ini kedalam negeri ini.
Fakta dilapangan semakin nyata dan jelas, tapi mengapa masih ada pernyataan dan logika yang tidak waras. Bukankah yang keluar masuk bandara itu adalah orang-orang kaya? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah para pejabat negara? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah para pengusaha? Bukankah yang keluar masuk bandara adalah orang-orang cina dan antek-anteknya? Lalu mengapa rakyat miskin yang difitnah? Atau jangan-jangan virus ini adalah konspirasi bisnis para pejabat negara yang telah menjadi antek cina?
Jumlah penduduk miskin di Indonesia memang cukup banyak. Hampir 50% masyarakat dalam katagori miskin. Namun menurut data pemerintah hanya sekitar 10% dari jumlah rakyat Indonesia. Mengapa jumlah penduduk miskin sangat kecil menurut data pemerintah? Karena data yang dipakai oleh Badan Pusat Statistik (BPS) adalah berdasarkan penghasilan Rp 401.220/bulan. Menurut mereka keluarga yang sudah berpenghasilan Rp 401.220 termasuk keluarga mampu. Padahal uang sebesar itu Cuma bisa dipakai membeli beras 40 kg. lalu untuk lauk, jajan anak, listrik, BBM, air, biaya sekolah, dll mereka ambil uang dari mana? Lalu jika 401 ribu dianggap cukup oleh negara, mengapa para pejabat tidak digaji 500 ribu saja? Cobalah dipikir dengan akal sehat, uang sebesar itu cukupkah untuk kehidupan sekarang?
Ironi sekali, di tengah kekayaan negeri yang melimpah ruah, ditengah sumberdaya alam negara yang cukup banyak, namun masih banyak rakyat yang hidup dalam kemiskinan. Bukankah menurut data Indonesia Mining Asosiation, Indonesia meraih peringkat ke-6 di dunia katagori negara yang kaya akan sumber daya tambang. Mulai dari emas, nikel, batu bara, minyak, gas alam dan lain-lain melimpah ruah di negeri ini. lalu mengapa rakyat masih dalam kemiskinan? Lalu kemana semua kekayaan negeri ini? Jelas ada yang salah dalam pengeloaannya.
Kemiskinan dalam perspektif ekonomi ada 2, yaitu kemiskinan struktural dan kemiskinan sistemik negara. Kemiskinan struktural dikarenakan sumber daya yang dimilikinya yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan kemiskinan sistemik adalah kemiskinan yang diakibatkan sistem negara yang salah. Dan ini adalah pokok terjadinya kemiskinan structural, mengapa?
Dalam sistem kapitalisme demokrasi yang diterapkan di Indonesia ini, semua kebebasan dijamin. Bahkan dalam hal kepemilikan, semua bebas memiliki dan semua bebas dimiliki asalkan bisa membeli. Akhirnya para kapital/pemilik modal yang akan menguasai semua sektor ekonomi. Tidak hanya sektor ekonomi, kebijakan negarapun dapat mereka control karena adanya kontrak politik saat pemilu. Atas nama investasi dan privatisasi semua aset negara diberikan kepada para kapital dan pengusaha/pemilik modal. Akhirnya rakyat tidak terlayani kebutuhan pokoknya karena semua aset negara telah digarong oleh para kapital dan penguasa yang telah menjadi antek-anteknya.
Setelah semua aset negara dikelola swasta baik asing maupun aseng, negara tidak mempunyai pemasukan kecuali dari pajak. Maka disinilah pemerintah akan menekan rakyatnya dengan berbagai pungutan pajak. Dan akhirnya semua sendi kehidupan rakyat dipalak negara atas nama pajak. Negara dalam sistem kapitalis telah menjadi debt collector atas rakyatnya.
Hubungan rakyat dan penguasa didasarkan pada untung dan rugi, tidak lagi pelayanan. Semua diukur dengan uang dan berbayar. Akhirnya rakyat harus berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri. Sekolah anak harus membayar mahal, kesehatan mahal, semua subsidi dicabut, listrik, air, semuanya dipaksa bayar. Dan efeknya kehidupan rakyar semakin sulit dan miskin. Karena semua harus diukur dengan duwit sementara lapangan pekerjaan semakin sulit.
Inilah kemiskinan akibat sistem yang salah. Kekayaan yang melimpah, sumber daya alam yang banyak tak dapat dirasakan rakyat. Sungguh hal ini sangat berbeda dengan sistem islam. Dalam sistem islam semua kebutuhan pokok dan kebutuhan umum rakyat dijamin negara dengan mekanisme. Pendidikan gratis, layanan kesehatan gratis, BBM murah, listrik murah, air gratis serta tidak ada pajak yang membebani. Karena dalam islam terdapat banyak pemasukan untuk memenuhi semus kebutuhan negara. Ada khoroj, jizyah, fa’I, anfal, zakat, gonimah, dan lai-lain. Ada juga dari hasil sumber daya alam, karena haram dalam islam memberikan hak pengeloan aset negara kepada swasta baik asing maupun aseng.
Jadi jelaslah bahwa kemiskinan ini adalah buah dari diterapkannya sisetm kapitalisme di negara ini. artinya rakyat ini dimiskinkan oleh sistem bukan karena malas bekerja. Rakyat Indonesia terkenal giat bekerja tak kenal Lelah, tapi mengapa masih miskin? Semua dikarenakan sistem kufur kapitalisme. Belum terbukakah kita untuk menjadikan islam sebagai sebuah sistem kehidupan dalam berbangsa? Ingatlah bahwa Indonesia akan berkah dengan Syariah kaffah, maka perjuangkanlah untuk tegaknya Syariah kaffah ini dalam intitusi khilafah. Hanya Khilafahlah satu-satunya solusi untuk negeri Indonesia tercinta ini.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar