Jumat, 20 Maret 2020

NEGERI AUTO PILOT



Oleh : Gus Imam
(MT. Riyadlul Jannah)

Di tengah mewabahnya virus Corona menjadi Pandemi Global, memaksa tiap-tiap negara untuk menerapkan kebijakan preventif maupun kuratif dengan pertimbangan untuk menyelematkan kehidupan rakyatnya.

Seharusnya kita juga menjadikan role model penanganan Corona seperti Cina. Memang awalnya virus ini dimulai di Wuhan, Cina. Pemerintah Cina pada awalnya tidak memberlakukan kebijakan “Lock Down” dan akhirnya penyebaran begitu massif. Namun perhatikan ketika Wuhan di “Lock Down”, apakah virus Corona menyebar ke provinsi Cina yang lain dengan massif. Tentu tidak. Kita juga perhatikan begitu sigapnya Cina, dalam waktu sekitar 10 hari membangun Rumah Sakit khusus Corona, memberikan suplai sembako kepada daerah yang diisolasi sehingga tidak terjadi panic buying, memberikan edukasi yang bermanfaat untuk rakyat nya.

Bandingkan dengan negeri Auto Pilot, statement para pejabat sangat tidak mencerdaskan kehidupan rakyatnya. Mulai dari pasien Corona bisa sembuh sendiri, makan nasi kucing agar tidak terinfeksi virus Corona atau pun minum jamu. Alih-alih menerapkan kebijakan Lock Down, sampai kemarin malam pun pejabat pusat pemerintahan masih bersikeras bahwa yang bisa menerapkan kebijakan Lock Down hanya pemerintah pusat. Apakah perintah pemerintah ini ditaati rakyat nya ? Tidak sama sekali.... Mau Bukti.

Pada bidang Pendidikan, sudah ada pengumuman sejak Sabtu tanggal 14-03-2020 untuk meniadakan proses pengajaran via offline, hampir semua lembaga pendidikan meliburkan siswanya sejak hari Senin, 16-03-2020. Pada bidang Kesehatan, terhitung mulai hari Selasa tanggal 16-03-2020 lebih dari 80% Rumah Sakit di Jawa membuat aturan bahwa penunggu atau pengantar pasien cuma 1 orang, dan yang tidak berkepentingan untuk memeriksakan kesehatan dilarang keras kunjungan ke Rumah Sakit. Dari 2 bidang ini, Pendidikan dan Kesehatan menurut saya sudah melakukan “Lock Down” secara independen tanpa mengindahkan lagi pemerintah Pusat. Ditunggu bidang yang lain : Ketenagakerjaan, Ekonomi, Politik, Keamanan....

Negara Miskin, Sistem Kapitalisme

Pertanyaan nya : Mengapa pemerintah +62 seperti meremehkan virus Corona padahal bukan negara pertama yang diserang Virus ?

Hal ini tentu tanpa alasan :

1 . Dipimpin oleh seorang yang Bodoh : pada awal merebaknya virus Corona, pemerintah malah asyik menawarkan wisata bahkan distimulus untuk datang ke negeri +62. Secara pongah menawarkan bantuan kepada Cina untuk menangani virus Corona.

2 . Sistem Kapitalisme yang diadopsi oleh negara +62 sehingga negara kurang serius melayani kesehatan rakyat. Jika rakyat ingin mendapatkan fasilitas kesehatan maka dianjurkan ikut asuransi atau membayar sendiri.

3 . Beban ekonomi : tidak dipungkiri saat ini hutang negara sangat besar, mungkin sekitar 6000 Triliun dan kurs rupiah semakin merosot, untuk saat ini bisa diatas 15.000/dollar.  Lalu apakah pantas menyandang predikat negara Maju ??? Oh iya negara Maju yang selalu progresif hutang nya.

Dari ketiga indikasi diatas, maka wajar saja pemerintah tidak tertarik dengan nasehat “Lock Down” yang sudah disarankan oleh berbagai pihak. Serta cenderung melepas tanggung jawab kepada pemerintah daerah masing-masing.

Solusi jangka pendek

. Sebagaimana telah banyak disampaikan oleh para ulama, jika timbul wabah penyakit, maka diberlakukan “Lock Down” atau isolasi. Dalam hadits dinyatakan : “Jika kalian mendengar tentang wabah-wabah di suatu negeri, maka janganlah kalian memasukinya. Tetapi jika terjadi wabah di suatu tempat kalian berada, maka janganlah kelian meninggalkan tempat itu," (HR. Bukhari dan Muslim)

Membiasakan hidup bersih : dengan giat cuci, menggunakan masker atau pun sarung tangan. Sesuai anjuran dari ahli kesehatan.

Membatasi pertemuan dalam jumlah besar, sangat disarankan online

Melakukan taqarrub kepada Allah, bertaubat atas berbagai dosa.

Menyerukan kepada pemerintah dan rakyat agar meninggalkan sistem sekuler kapitalisme seraya beralih hanya kepada syari’at Islam.[ ]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar